RSS Feed
Tidak semua yang ku tulis adalah aku, dan tak semua yang kau baca adalah kamu.
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Maret 2014

Perjalanan

ada banyak pelajaran yang bisa kau pelajari dari sebuah perjalanan.

perjalanan mempertemukanmu dengan banyak orang asing yang tak lama lagi kau panggil teman, sahabat, saudara, kekasih, atau mungkin musuh abadi. Dalam perjalanan kau mungkin saja bertemu dengan lelaki melancholis dalam ekspresi kebahagiaan yang terlalu nyata atau perempuan sanguinis yang menampilkan kesedihan buat-buatan. perjalanan memberimu sebuah misteri yang kadang hanya perlu kau cicipi dan mengambil saripati.

perjalanan menyuguhkanmu berbagai rintangan. mulai dari jalan pulang yang penuh kerikil-kerikil dan berlika-liku ibarat labirin, mengarungi samudera luas yang tak kelihatan ujungnya dan kau harus berkali-kali meyakinkan diri bahwa samudera ini pasti bertepi, bolak-balik berlari diatas cinta-cinta yang penuh duri sambil bertelanjang kaki, sebelum kau sempat menyadari sakit hati yang meninggalkan perih, hingga menerobos terik matahari karena -entah muncul dari mana- ada keyakinan yang begitu mencengkeram bahwa kau akan menemui kota kebahagiaan jika terus melangkah, meski kau tak tahu arah.

perjalanan tak pernah pilih kasih. suatu hari kau diantarkannya pada keramaian pesta yang membuatmu gigit jari. hari esok kau diantarkan pada goa sepi tempat merenungkan diri. tak ada yang tahu pasti dimana perjalanan ini akan berakhir. sekali lagi, perjalanan adalah bagian dari misteri itu sendiri.

ditengah perjalanan, mungkin kau akan bertemu dengan penulis yang penanya lebih tajam dari pada belati, dengan penyair yang puisi-puisinya lebih sering membuatmu melayang lupa diri, dengan pendongeng yang tertidur akibat cerita sendiri, dengan pelukis yang kanvasnya penuh dengan tinta hitam putih, dengan pemahat yang jari-jarinya patah dan kehilangan mimpi-mimpi, dengan peselancar yang lebih merindukan senja yang romantis ketimbang ombak-ombak ganas memunculkan diri.

ucapkan salam pada mereka yang kau temui, dan teruslah berjalan hingga habis cinta terkikis.

Selasa, 12 November 2013

Malu

Kemarilah, dan akan kuceritakan kepadamu bagaimana rasanya terjebak malu. Malu menyebabkan hatimu merona. merah jambu. meninggalkan ruam-ruam hangat yang tak tampak dipermukaan.

Senin, 11 November 2013

Selamat Malam.

Di suatu malam, yang berlalu begitu-begitu saja. Di antara tumpukan tugas serta kertas-kertas doublefolio. Tercium wangi aroma magis rindu yang samar-samar. 

Rabu, 30 Oktober 2013

20 tahun.

tangan saya bergetar. dingin. dan berkeringat. jantung saya berdegup lebih cepat dari biasanya. 20 tahun. ahh~ waktu terlalu cepat berlalu dan umur lama kelamaan semakin mengerikan.

mungkin kini saatnya, saya telah sampai pada lembar terakhir buku harian 'remaja'ku. segera mengambil buku baru dengan label 'dewasa' di sampulnya. ahh~ itu terlalu sulit. terlalu. saya malas menjadi dewasa dan terlibat berbagai masalah. malas sekali.

jadi 20 tahun. dan apa yang telah saya lakukan?

ingin rasanya mengkambinghitamkan takdir Tuhan. toh, saya yang hanya begini-begini saja adalah saya yang sudah menjadi takdir tuhan. Tapi, jangan. bukankah semua orang punya potensi? dan setiap potensi bisa dikembangkan? ahh~ mungkin saat ini halaman seberang memang sedang hijau, tapi sebulan sekali, tepat seperti siklus halaman saya. Kebetulan saja mereka selalu hijau saat saya menguning dan sebaliknya.

ingin rasanya saya berhenti. cukup seperti ini. memang saya adalah anak yang mudah untuk dibahagiakan. hidup begini saja, saya sudah bahagia kok. Tapi sayangnya, saya tak punya cara untuk menculik dan menyandera waktu hingga memenjarakannya rapat-rapat. ahh~ saatnya kembali pada cetak biru dan menata ulang mimpi-mimpi.

20 tahun.
entah mengapa, mengingatnya saja saya menjadi gugup.
entah bagaimana, rasanya tuhan memelukku lebih erat hari ini.
entah siapa, penggagas romantisme tiup lilin.
entah apa, ucapan dan doa yang terapalkan hari ini.
entah berapa, kenangan yang tercipta dan mengintip malu-malu dari balik ingatan.
tetaplah disana. jangan kemana-mana.
biar kutulis dengan jemariku yang tak tahu arah.
bantu aku mengeja kata 'dewasa'.

Rabu, 12 Juni 2013

malam ini hujan mengguyur.

malam ini hujan mengguyur dengan deras, menolongku menyamarkan isak yang telah lama ingin terlihat tapi bersi keras kupendam.

malam ini hujan mengguyur, menenangkan tangis yang telah menerobos benteng mentalku yang masih lemah.

malam ini hujan mengguyur, berusaha menenangkan batin yang masih penuh dengan gejolak problematika kehidupan mahasiswa.

malam ini hujan mengguyur, menemani raga dalam sepi sunyi senyapnya malam yang semakin larut.

malam ini hujan mengguyur, dan aku merenung.

tangisku pecah, ketika satu persatu potongan soal kehidupan muncul. menyayat hati, menggores batin, bahkan menjatuhkan nalar.

aku ingin menjadi seperti sang Gadis Jeruk, yang dengan segala ketegaran jiwa, berjuang melawan rindu untuk menggapai sukses. atau seperti Athena, berjalan tegap diatas halhal yang diyakininya benar tanpa peduli dengan anggapan orang sekitar.

aku ingin menyerah dan berhenti melawan. tunduk pada rasa yang tak tahu harus kusebut apa. aku ingin mengibarkan bendera putih dan terbaring mengikuti arus. tapi rasa takut selalu datang mengetok pintu batin.

malam ini hujan mengguyur, mencoba membantuku mengurai rasa penyebab tangis ini hadir.

malam ini hujan mengguyur, membekukan nalar dan menebarkan emosi hingga kesudut batin terdalam.

aku bukan bulan yang hanya terus diam dibalik kelamnya angkasa, walau terus dihantam oleh bendabenda galaksi lainnya.
aku mahluk sosial yang perlu mengerti juga dimengerti oleh semesta.

aku masih membutuhkan telinga untuk mendengar, hingga tak perlu menunggu hujan mengguyur untuk mengeluarkan tangis.

tuhan yang baik,
aku ingin menyerah saja, berdiam diri mengikuti arus takdir yang telah kau goreskan.
tuhan yang bijaksana,
tolong hadirkan penyelesaian, aku tak ingin selamanya jadi penghianat.
tuhan yang dermawan,
tolong berikan jiwaku, kekuatan yang lebih kuat dari karang yang selalu dihempas ombak.

malam ini hujan mengguyur, dan aku termenung.

Betapa Cepatnya Dunia Berubah.

Time flies.
people change.
live sucks.
and nobody cares.

begitu cepatnya waktu berjalan, bahkan setiap detiknya terbang meninggalkan jejak. sungguh hebat sang waktu, hanya dengan tetap berdetak setiap detiknya dia sanggup menghadirkan scene yang membolakbalikkan kehidupan manusia.

sebenarnya apa itu waktu? mengapa dengan hebatnya dia bisa merubah kehidupan personal individu. Einstein berkata, waktu adalah sejenis lintasan yang berada di dimensi keempat. yang artinya di dimensi keempat akan ada salinan tak terbatas dari seluruh alam semesta pada garis waktu yang tak terbatas pula.

kukira sudah bukan saatnya lagi bagiku untuk menyalahkan waktu.

aku hanya sedang tak tahu ingin menyalahkan siapa selain waktu yang jelasjelas mengambil peran dalam perubahan yang terjadi di kehidupanku.

saat kanakkanak dulu, semua terasa seringan kapas. dengan mudahnya semua masalah hanya diselesaikan dengan cara memutuskan tali pertemanan, mengubah status kawan menjadi lawan, dan keesokan harinya kembali berteman hanya karena persoalan ingin tetap bermain di sore hari. masalah yang lalu bahkan dianggap tak ada.

beranjak remaja kita diminta untuk mengerti kondisi alam semesta beserta isinya. termasuk mengerti tentang kondisi cuaca yang tak bersahabat, kondisi psikologis kucing hamil yang tak layak untuk diganggu, kondisi hati yang diamdiam menyimpan rasa untuk orang lain diluar sana, kondisi keuangan yang kadang mencekik hasrat belanja, kondisi orang tua yang berbeda pemikiran, hingga kondisi orang lain dalam lingkup sosial.

semakin tua, kita semakin dipaksa untuk menjadi dewasa. walau sejujurnya, sampai sekarang aku belum pernah mendapatkan indikator kedewasaan seperti apa.
siap tidak siap, aku harus jadi dewasa. semesta menuntut.

status mahasiswa, umur diatas 17 tahun lengkap dengan embel-embel KTP di dompet, bukubuku yang telah dibaca, lingkungan pergaulan, tontonan tivi zaman sekarang, diskusidiskusi yang telah diikuti, serta tanggung jawab yag dibebankan oleh pengetahuan seakan memaksa, menuntut bahkan menodong untuk aku menjadi dewasa di segala hal.

dunia berubah, kawan.
dan aku belum bisa mengimbangi perubahannya. aku tertinggal. ditinggal zaman.

dunia menjadi semakin kompleks, salahkah aku jika hanya berharap akan hidup yang sederhana?
selain waktu, perlukah ku salahkan pengetahuan yang kudapatkan??

melihat dunia yang berubah dengan cepatnya, kurasa aku belum siap. aku masih harus belajar pada alam. bagaimana seharusnya memilih prioritas, antara kawan, tanggung jawab juga keluarga.

ajari aku semesta, sebelum dunia berubah lebih cepat lagi :"(

Jumat, 24 Mei 2013

penerimaan tanpa syarat

minggu ini aku belajar tentang konsep penerimaan tanpa syarat. semesta memaksaku belajar lebih tepatnya. dunia mengajarkanku bahwa ada beberapa hal diluar sana yang hanya perlu diterima saja tanpa harus dimengerti.

aku belajar bagaimana memposisikan diri sebagai personal yang bisa meleburkan ego individu. tidak segampang yang terdengar, karena mengorbankan kebahagiaan menjadi salah satu indikatornya.

ketika kau sadari bahwa kebahagiaanmu bukan lagi menjadi yang terpenting di dunia ini, adalah saat-saat terbimbang dalam menentukan pilihan. melihat yang lain tertawa bahagia, atau kau memilih tertawa sendirian.

minggu ini aku mencoba memahami rasa. sebuah rasa yang tak ingin kupercayai tapi terus bertumbuh dengan lembut namun cukup untuk menghancurkan. entah apa namanya. tapi tetap tak ku mengerti seutuhnya. aku belajar menerima tanpa syarat.

mataku, senyumku, bahkan dalam setiap tarikan nafasku menyimpan rahasia. mereka menyimpan rahasia yang tak kuasa untuk ku ungkap. aku memilih memendam. berharap ada orang diluar sana yang bisa memecahkannya.

aku merasa seakan semesta memusuhiku, tapi aku belajar menerima tanpa syarat.
aku merasa seolah semua personal memusuhiku, tapi aku belajar menerima tanpa syarat.
aku merasa seperti berdiri sendiri di tengan jembatan rapuh tanpa pegangan di kanan kiri, tapi aku belajar menerima tanpa syarat.
aku dituntut untuk menjadi orang lain, itu pun ku terima tanpa syarat.

kini aku mempunyai topeng dengan seribu emosi, yang harus kugunakan bergantian. hingga aku tak lagi tau, yang mana wajahku sebenarnya.

minggu ini segalanya terasa berat. kedepannya pun akan bertambah berat. dan ku coba untuk menerima tanpa syarat.

Minggu, 07 April 2013

390 menit in action !

sekedar ingin berbagi: menurut saya foto ini keren, kalau tidak ada sampahnya :)

hari ini adalah hari yang bisa dimasukkan kedalam 100 hari paling bersejarah dalam hidupku. setelah sekian lama merencanakan refreshing selama dua semester terakhir tapi tidak pernah kesampaian, akhirnya hari ini terwujud juga.


Senin, 11 Maret 2013

Pengertian :')

kali ini tentang rasa bersalah yang terlalu gengsi untuk aku utarakan. tentang permintaan maaf yang terlalu sungkan aku sampaikan. juga tentang permohonan pengertian yang besar tapi terlalu takut aku minta.

terhitung semenjak lima bulan terakhir, pulang malam hari sudah menjadi rutinitasku. rumah seakan menjadi tempat kedua. urusan kampus memang selalu ku utamakan.


Kamis, 10 Januari 2013

Karena terkadang usaha juga bisa menghianati :')

ketika sesuatu hal yang buruk menimpa kita, menerimanya sebagai 'jalan terbaik' yang di siapkan oleh tuhan, tidak semudah di ucapkannya. terlebih jika hal itu adalah kali pertama menimpa kita.

ketika usaha yang di lakukan telah mencapai batas maksimal, sedangkan hasil yang keluar tidak sesuai dengan usaha, apa yang salah di sini ? saya merasa terlalu naif, kalau menyalahkan takdir, berkata "memang itulah yang terbaik yang di siapkan takdir". belum cukupkah usaha yang selama ini yang telah saya lakukan ? karena nyatanya jawabannya adalah belum.