RSS Feed
Tidak semua yang ku tulis adalah aku, dan tak semua yang kau baca adalah kamu.
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Definisi Rindu

Rindu itu hutan belantara. dengan sengaja kubakar peta. biar aku tersesat didalamnya. meski terkadang rantingnya menggoreskan luka.

Rindu itu mesin waktu. membawa aku kembali menyusuri kenangan-kenangan indah. meski terkadang berakhir dengan air mata.

Rindu itu seperti pisau. perlahan mengiris sedikit-demi sedikit, hingga tak sadar hatiku kian menipis.

Rindu itu perkaraku dengan waktu, juga jarak. disaat-saat kau menghilang dari pandanganku. walau hanya sedetik. walau hanya sehasta.

Rindu itu nafasku yang habis. berharap disambung lagi dengan kedatanganmu.

Rindu itu jeda yang memisahkan kata. menjadikan kita lebih bermakna.

Rindu itu doa. setiap malam kurapalkan. agaknya sedetik pertemuan dapat dikabulkan Tuhan.

Cinta Bukannya Tak Pernah Tepat Waktu

Cinta bukannya tak pernah tepat waktu. kamu saja yang terlalu terburu-buru. beradu cepat dengan sang waktu. sabar sedikit kadang perlu.

Cinta bukannya tak pernah tepat waktu. hanya saja hujan ketakutanmu sedang mengguyur deras. makanya berhentilah was-was. setelah reda, cinta akan langsung tancap gas.

Cinta bukannya tak pernah tepat waktu. dia hanya sedang memoles diri. mempersiapkan hati bertemu kamu. kamu sendiri, siap belum?

Cinta bukannya tak pernah tepat waktu. semalaman dia begadang, mempersiapkan kejutan dan berharap kau akan suka.

Cinta bukannya tak pernah tepat waktu. Dia sedang di tangan Tuhan. mohon doa restu. sekalian meminjam kendaraan untuk menujumu.

Cinta bukannya tak pernah tepat waktu. Dia hanya amnesia sejenak, lupa dimana menyimpan arlojinya. perihal lupa, ada baiknya kamu ingatkan.


Selasa, 14 Januari 2014

Aku belajar dari Lelaki.

Dari lelaki aku belajar.
bahwa nalar dan hasrat harus pisah ranjang.
sedang cinta dan nafsu sering kali bersiteru.
tubuh kaumku dinikmati tanpa pandang bulu.

Dari lelaki aku belajar.
air mata harusnya dibelenggu.
dipenjara arogansi yang kadang tak perlu.
setitik kelemahan harus dikubur.

Dari lelaki aku belajar.
jangan mau tenggelam oleh kata-kata.
karena boleh jadi maknanya penuh duri.
teriris sedikit, merana lagi sang hati

Minggu, 12 Januari 2014

Bagimu.

Bagimu.
akulah buku-buku tua yang tak pernah ingin kau baca.
bahkan sekedar dibuka pun, kamu tidak tertarik.
tercecer di lantai.
tersembunyi di kolong tempat tidur.
berdebu. dimakan rayap.

Bagimu.
akulah puisi-puisi yang tak penah selesai kau baca.
menggantung di ujung lidah.
sajak-sajaknya menua.
habis ditinggal makna.

Bagimu.
aku adalah apapun yang tak pernah kau jadikan pilihan.
walaupun untuk kesekian.

Selasa, 07 Januari 2014

Pergi.

Jika kamu ingin pergi, aku berjanji tidak akan menahanmu. akan ku matikan lampu. mendengar bahasa-bahasa kesunyian. berterima kasih, kau telah bersedia mampir mengisi hari.

jika kamu ingin pergi, aku berjanji tidak akan terisak mendayu-dayu. akan ku lepaskan genggamanku. aku tak mau ribuan rencana kepergianmu dibendung rasa kasihan.

Senin, 23 Desember 2013

Hujan.

/1/ Hujan kali ini mati.
Hujan kali ini punya cerita. Tentang canda yang terurai jarak. mengalun mesra dalam rintik-rintik kenangan. menghantarkan rindu yang belum sempat bertukar pesan.

Hujan ini merekam tapak. Tentang jejak langkah yang menuntun pada rasa. menjelma dalam tautan jemari yang menjadikannya hangat. hingga dingin menguap bersama sepi ke ujung-ujung awan.

Selasa, 03 Desember 2013

Ayah.

Ayah. Malam ini.
biarkan bibir ini menghujammu dengan keluhku.
relakan lidah ini memukulmu dengan peluhku.
ikhlaskanlah punggungmu, lebam oleh pengaduanku.

Malam ini

andai jemariku bisa menari lincah dalam lelap.
telah sejak dulu kutuliskan semua yang berasal dari mimpi.
andai suaraku bisa merayap perlahan dalam kebisuan.
telah sejak dulu kuucapkan semua yang berasal dari benak.
Mentari, bersembunyilah. Reduplah sementara.
sinarmu sebentar lagi membakar habis keping-keping rasa yang baru saja kucoba rajut kembali.
dan Angin, diamlah. Damailah untuk sekejab.
hembusanmu sebentar lagi menyapulenyapkan pohon-pohon hasrat yang semenit lalu coba kutumbuhkan.
kini malam mulai menerkam.
dan kesunyian semakin terlihat mencekam.
detik ini, izinkan mulutku membungkam.
detik selanjutnya, biarkan mataku yang memejam.
Gerimis kecil, deraslah. hujani malam ini.
biarkan rintik-rintik yang turun, mengetuk-mengetuk pintu hatinya.
mengantarkan surat yang sarat makna.
bersabarlah. kau tak sendirian menanggung rindu.
hatikupun begitu.
mari berdoa. semoga.
di hari lain, nadi ini masih punya nyali.

Senin, 02 Desember 2013

Jodoh Ditangan Tuhan

selamat dini hari Tuhan.
sengaja kusapa Engkau di pergantian hari.
pada pagi yang teralu larut.
pada malam yang terlalu pagi.

Sabtu, 30 November 2013

Langit.

selamat malam, langit.

malam ini aku rindu sekaligus cemburu.
ingin bertemu, biarkan pandang saling beradu.
tapi mana bisa, jika nyali hanya sebatas suam-suam kuku.

Selasa, 19 November 2013

Lelaki dan Bukunya

Lelaki usia muda berjalan mantap.
mondar-mandir tegap didepan papan.
yang telah bersih tak berbekas sisa-sisa perdebatan.
yang pada permukaannya telah ditinggalkan oleh kata-kata.

Sabtu, 09 November 2013

Alibi Kata-kata

mari mengetuk pintu surga.
tak siang tak malam.
aku gelisah.
kita masih menunggu.
kelanjutan fragmen hidup.
kita ternyata hanya menjalani.
entah. apa bakal terjadi.
dan coba terima.
kadang, kita hanya ingin.
meninggalkan segalanya.
dan berlayar ke laut.
biarkan laut dan senja merasuk.
menghanyutkan pikiran-pikiran jahat.
dunia ini rumit bukan?
kita tidak selamanya bisa memilih.
tapi kita selalu bisa memutuskan.
dan apa pula makna puisi ini?
tak ada, sayang.
puisi ini hanya sekedar alibi.
alibi kata-kata, sayang.

Senin, 04 November 2013

Untuk Kana :)

Gadis Penyuka Kata dan Aksara
Gadis penyuka kata dan aksara.
belasan tahun dilaluinya.
dalam lingkar kolong surga.
badai salju meleleh akan senyumnya.
terik surya tunduk pada gigihnya.

Gadis penyuka kata dan aksara.
matanya sayu meneduhkan hati.
mimpinya tergantung pada langit.
bahkan hujan sekalipun tak mampu padamkan
semangat membara milik sang gadis.

Gadis penyuka kata dan aksara.
melangkahlah.
menarilah.
menulislah.
hingga jatuh langit dari sarangnya.

Karlina Ghazalah Rahman, selamat merayariakan pertambahan usia.
teruslah bermimpi, seperti nasihat 'The Alchemist':

“Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya.”

“Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri. Dan tak ada hati yang menderita saat mengejar impian impiannya, sebab setiap detik pencarian itu bisa diibaratkan pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian.”



PS : terima kasih bukunya. terima kasih teddy bear ciliknya. terima kasih. terima kasih. :)

Minggu, 03 November 2013

Lima ke-Putus Asa-an

/1/
tak usah bicara tentang akal.
tak usah elu-elukan keadilan.
aturanmu tak pernah berlaku padaku.
sejak awal alam telah menggariskan.
lewat kepasrahan awan merintikkan hujan.
tak ada jalan bagi langit untuk rata dengan tanah.
tak ada.
tak akan ada.

/2/
tak usah datang.
tak usah kembali.
hanya untuk mengambil suratan kenangan.
aku telah memutuskan urat nadi kanan.
yang kiri?
ku biarkan utuh.
agar kau tetap mengenang.
tentang aku yang telah hilang harapan.

/3/
akulah sang perempuan sore.
berbaring sekarat diantara rona senja.
bersiap mati kala malam menghampiri.
ditikam dingin yang menelusuk hingga ke hati.
akulah perempuan sore.
habis menguap.
selaras dengan kedatangan bulan.
yang tega memborgolkan rindu.
disetiap inci demi inci jasadku.

/4/
susah.
sangat susah.
jadi ku sebut apa dirimu.
nama apa yang berhak kau sandang
segitiga bersisi empat? bukan.
satu yang genap? bukan.
iya yang tidak? bukan.
tawa yang membisu? bukan.
sudahlah~
toh sebentar lagi otak ini akan meledak.
biarkan hatiku yang memimpin.
kali ini saja.

/5/
ku gantungkan hidupku pada kata-kata.
yang talinya terbuat dari rentetan kalimat.
hingga tak sadar aku telah mati tercekik puisi.
ku ikatkan kebebasanku pada janji-janji.
yang rekat, hingga aku terbuai mimpi.
hingga tak sadar aku terjebak.
selamat~
hidupku berhasil kau sandera.

Jumat, 01 November 2013

Aku dan Secangkir Teh.

malam ini sengaja kusediakan waktu.
untukmu dan secangkir teh hangat buatanku.
sayang kau tak datang.
tinggallah aku dan secangkir teh.
mendingin. menggenang.
tapi aku bisa apa ?
hangatnya tehku telah memuai.
tersisa maluku yang mengampas didasar cangkir.
dan aku terlalu lihai berdiam.
seperti bersembunyi disela dinginnya tehku.
dengan sabar aku menunggu.
tapi kabarmu tak jua singgah.
biarlah~

-disebuah malam yang tak seperti biasanya-
1 November 2013

Sabtu, 26 Oktober 2013

haruskah kuberi judul 'sajak pemuda' ?

malam. gelap. senyap.
dilembar catatan lusuh kakekku
yang sudah lama lupa akan kata merdeka
tertulis singkat sebuah pesan.

negeri ini butuh pemuda pemberani.
berani mengayunkan belati
melangkah pasti dan tak akan berhenti.
disisi buruh dan para petani
hingga keadilan dijunjung tinggi.

negeri ini butuh pemuda pemarah.
marah ketika janji sumpah kini tinggal gema.
dan tak lagi bermakna.
marah ketika para penguasa merajalela.
sedang penindasan dimana-mana
marah ketika rakyat sengsara.
akibat permainan para korporat.

negeri ini tak butuh pemuda apatis.
melihat rakyat mengemis.
disaat penguasanya korupsi.
melihat anak kurang gizi, mati.
sedang birokrasi memperkaya diri.

dilembar catatan lusuh kakekku.
yang telah lupa akan kata merdeka
terselip sebuah pesan.
wahai pemuda masa kini.
teruslah merapalkan doa
untuk para pemuda yang telah lalai hati.
berkatilah mereka.
semoga esok, bangkai mereka tak diendusi babi.

Selamat malam, Penyair Malam :)

Hai, penyair malam.
jangan terlalu sering mengajakku bercanda.
takutnya aku bisa jatuh cinta.
hanya berjaga-jaga.
karena tentangmu, aku tak tahu apa-apa.

Hai, penyair malam.
jangan terlalu sering berbagi hari denganku.
takutnya aku bisa terperangkap rindu.
hingga sehari tak ada kabarmu.
aku hanya bisa membisu, menunggu.

Hai, penyair malam.
jangan terlalu sering membuatku melayang.
takutnya aku tak lagi bisa membedakan.
yang mana hayalan dan mana yang bukan.
bahkan,
mungkin aku lupa kembali ke daratan.

Hai, penyair malam.
jangan terlalu dalam menambatkan peduli.
takutnya aku merasa bagaikan bidadari
hanya untuk berhati-hati.
aku tak ingin sayapku patah lagi.

tapi jangan berhenti.
jangan dulu pergi.
aku masih ingin menikmati.
rekahan senyummu disore hari.
yang selalu berhasil membentuk rona merah muda di pipi.

Selamat malam, penyair malam :)

Jumat, 25 Oktober 2013

Embun

satu, dua, tiga detik berlalu.
embun sedang duduk diberanda hotel, menunggu.
bersamaku juga ibuku yang terpaku melihatku tersipu.

wahai embun,
sepertinya aku punya pertanyaan yang tertimbun.
tentang kisah sepotong rindu yang kubaca.
mungkin kurang
mungkin lebih
mungkin tak terbaca
mungkin tak berjawab
mungkin bukan apa-apa
mungkin basa-basi
mungkin benar dari hati.
mungkin rindu itu tentangmu.
tapi mungkinkah itu tentangku ?

sejak saat itu.
hatiku seperti dikelilingi kupu-kupu.
aku bahkan malu.
pada semesta yang mengawasiku.
untung, datanglah taksi yang kutunggu.
menyelamatkan aku dari senyum tersipu.
tenanglah hati, jangan terburu-buru.
kata embun padaku.

-Bogor, 24 Oktober 2013-

Senin, 14 Oktober 2013

Kematian

Kini laut tak lagi bergaram.
dan senja semakin temaram.

satu persatu kerang bersembunyi di balik karang.
satu persatu tangis pecah.

isak hati yang begitu lirih.
mengantar kawan yang hendak berlayar pulang.
ditemani debur ombak dan air laut yang berbuih.

para pelayat kini telah pergi.
meninggalkan aku yang berdiri sendiri di atas pasir putih.
dihujam tanya yang entah mengapa tak mau pergi.

mengapa Tuhan menyuruh maut berlayar bersamamu.
cukup buatkan dia sekoci yang aman.

aku letih berdiri dan menunggu.
aku tak fasih menanti dan mengenang.

lubang dihatiku yang kosong.
tertutup air mata yang mengenang.

kawan. ini sajak kematian.
tentangmu yang takkan pernah tergantikan.

Minggu, 13 Oktober 2013

Pejuang

Bahwa dunia itu abu-abu
kamu tau, Pejuang.
telah hilang batas antara hitam dan putih.
tapi aku lupa mengingatkan.
hanya dibutuhkan kata tanya yang tepat untuk menguaknya.

Bahwa kekhawatiran selalu membelenggu.
kamu selalu tau, Pejuang.
tapi aku luput menceritakan.
kisah tentang seorang tua.
dibayar mahal karena keberaniannya.
melepas segala bentuk ketakutan.

Bahwa hidup membawa dadu.
bermain judi dengan harapan jadi taruhannya.
kamu yang paling tau, Pejuang.
tapi aku salah, tidak mengenalkanmu pada sahabat lama.
namanya konspirasi. dimana kaki tangan tak lagi bersahabat.

Dan bahwa aku bersembunyi.
cuma aku yang tau, Pejuang
yang sampai di telingamu, hanyalah yang ingin kuperdengarkan padamu.
selebihnya, masih ku simpan dalam kotak pandora.
rapat-rapat.
rapi-rapi.

Jadi..
jangan pernah menjadi cenayang.
tetaplah pada koridormu.
jadilah pejuang.